BARU saja saya meneguk kopi di rumah Aki Sahak, dua orang lelaki tiba-tiba memanggilnya dari tengah halaman. Aki Sahak ini memang kenal baik dengan Pak Tua Mahat saya. Sebab itulah dia juga sangat menghormati saya.
Dua orang lelaki itu saya lihat dalam keadaan cemas. Tetapi dia tidak terus memberitahu tujuan kedatangannya. Mereka berdua seolah-olah terkejut melihat saya ada di rumah Aki Sahak. Mungkin saya orang baru di situ, dan mereka menyangka saya juga datang meminta pertolongan dari Aki Sahak.